Selasa, 29 Oktober 2019

Nama : Pranzheva Theotara Sitepu
NIM.   :193309010115
Fakultas HUKUM PAGI B
UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA

Tugas bahasa indonesia
1. Jelaskan pengertian konsepsi Ejaan bahasa indonesia
2. Jelaskan cakupan ejaan bahasa Indonesia
3. Jelaskan syarat penulisan kaidah ejaan bahasa Indonesia
4. Sebutkan dan jelaskan jenis jenis tanda baca dalam kaidah ejaan bahasa indonesia
5. Tuliskan contoh tanda baca dalam kaidah ejaan bahasa Indonesia
 

Penyelesaian

1. kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi  (kata, kalimat, dsb.) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda-tanda baca

2. Cakupan Ejaan:

1.      Penulisan Nama
a.       Nama Diri
1)      dipakai untuk menyebut diri seseorang atau nama seseorang
2)      dapat diberikan pada nama-nama geografis
3)      dipakai juga untuk nama organisasi, lembaga, badan hukum, judul dokumen, dan sebagainya
Catatan:
1)      Nama diri ditengarai dengan pemakaian huruf kapital sebagai huruf awal (setiap) kata.
2)      Nama diri dapat dikenali karena:
a) bersifat satu-satunya (tidak ada duanya), misalnya Presiden Republik Indonesia, Rumah Sakit Islam Jakarta;
b) tidak didahului kata bilangan (satu, dua, dst.; beberapa; seorang, dua orang, dst.; kedua, ketiga, dst.), misalnya dua Gubernus Jawa Barat.Yang benar: Gubernur Jawa Barat dan dua gubernur.

3)   Kata seperti gubernur, presiden, dsb., jika tidak disertai nama orang, tempat, dsb., adalah kata benda (dikenal dengan “nama jenis”). Penulisannya tidak perlu diawali dengan huruf kapital.

b.      Nama Jenis
Nama jenis adalah sebutan lain untuk istilah “kata benda”. Setiap kata yang bukan nama diri disebut kata benda atau nama jenis.


2.      Penulisan Kata
a.      Kata Dasar
Kata dasar, yang belum mendapat imbuhan, ditulis sesuai dengan kaidah yang berkaitan, misalnya dengan kaidah pemakaian huruf kapital.

b.      Kata Berimbuhan/Kata Turunan
Kata berimbuhan adalah kata yang sudah mendapat imbuhan berupa awalan, akhiran, sisipan, dan gabungan dari awalan dan akhiran.
Imbuhan dituliskan serangkai dengan kata dasar.

c.       Gabungan Kata/Kata Majemuk

Gabungan kata dan  kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang menyatakan makna khusus.
Gabungan kata dan kata majemuk ditulis terpisah, kecuali yang sudah padu benar.

3.      Pemakaian Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan
a.       pada penulisan nama diri, baik nama orang, nama geografis,  nama waktu, nama gelar, nama pangkat, maupun nama-nama lainnya.
b.      pada penulisan kata ganti penunjuk kekerabatan, yang dipakai sebagai sapaan (untuk orang kedua dan orang ketiga).
Tidak digunakan jika kata kekerabatan itu didahului kata bilangan atau diikuti kata ganti milik.
c.       pada gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, dan kepangkatan yang  diikuti nama orang.
d.      pada nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.
e.       pada awal kata--dan setiap unsur katanya, kecuali kata penghubung--untuk nama badan, dokumen resmi, lembaga pemerintah, dan judul karangan, buku, majalah, dan surat kabar.
f.       untuk singkatan nama gelar yang diikuti nama orang dan singkatan sapaan, diakhiri dengan tanda titik.
g.      Beberapa kaidah pemakaian huruf kapital juga berlaku dalam penulisan kalimat, petikan langsung, dan ungkapan keagamaan.

3.
3.   Huruf kapital digunakan sebagai penggunaan huruf pertama dalam ungkapan yang berkaitan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya.
Contohnya:
– Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
– Qur’an, Alkitab, Injil, Taurat
– Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha
– Al-Baqarah ayat 145, Yohanes : 2
– Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.
– Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.
2. Huruf kapital digunakan sebagai hurufpertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contohnya:
– Muhammad SAW, Isa Al-Masih
– Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Malaikat Jibril
– Imam Syafi’I, Haji Agus Salim, Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Adapun beberapa perhatian khusus, seperti dalam kalimat ini :
– Dia baru saja diangkat menjadi sultan yang kesebelas.
– Dua tahun berikutnya, dosen kami akan berangkat haji.
– Hassanuddin, sultan Makassar, digelari Ayam Jantan dari Timur.
3. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang pemangku jabatan.
Contohnya:
– Presiden Soekarno, Wakil Presiden B.J. Habibie, Perdana Menteri Silvio Berlusconi, Paduka        Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej, Ratu Elizabeth
– Walikota Tri Rismaharini, Gubernur Ahok
– Menteri Pendidikan Anis Baswedan, Menteri Bambang Sudibyo
– Profesor Soepomo, Letnan Jenderal Djoko Santoso, Letjen Suprapto
Adapun beberapa perhatian khusus, seperti dalam kalimat ini :
– Siapakah walikota yang baru dilantik itu?
– Dua hari yang lalu, Mayor Jenderal Djoko Santoso baru diangkat menjadi letnan jenderal.
• Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama orang.
Contohnya:
– Muchamad Resya Firmansyah, Arum Sulistyowati, Sri Handayani, Patrick Simamora, Alan            Budi Kusuma, Giovanni Putri Astuti, Bambang Sutrisno, Rhendy Sapta Wardhana
– Bastian Schweinsteiger, Carlo Ancellotti, Vladimir Putin, Kobe Bryant, Scarlet Johansson,               Muhammad Ali, Carl Jhonson, Chris Evans, Cristiano Ronaldo, Robert Downey Jr., Gal             Gadot
Adapun beberapa pengecualian dalam nama orang, karena latar belakang keluarga                 ataupun budaya pemilik nama seperti :
– LeBron James, Leonardo DiCaprio
5. Huruf Kapital digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
Contohnya :
– bangsa Indonesia, suku Dayak, bahasa Jepang
Adapun perhatian khusus dalam penyusunan kalimat, seperti :
– . . . mengindonesiakan kata-kata asing.
– Jangan keinggris-inggrisan!
6. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contohnya :
– tahun Hijrah, bulan Oktober, hari Galungan, Jum’at Kliwon, hari Natal, Perang Tabuk, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Adapun perhatian khusus dalam penyusunan kalimat, seperti :
– Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada . . .
– Perkembangan teknologi nuklir memicu resiko pecahnya perang . . .
7. Huruf kapital digunakan sebagai nama khas geografi.
Contohnya :
– Asia Tenggara, Sungai Nil, Kali Opak, Lembah Baliem, DKI Jakarta, Jabotabek, Kota Pelajar, Daerah Istimewa Yogyakarta
Adapun perhatian khusus seperti :
– . . . mereka pun akhirnya pergi ke selatan.
– Mandi di kali adalah kebiasaan masyarakat . . .
8. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintahan, organisasi, ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi, serta sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna.
Contohnya :
– Undang Undang Dasar 1945 (UUD 45)
– Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
– Kementrian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi
– Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
– Palang Merah Indonesia (PMI)
– Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
– Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 2004
Adapun beberapa perhatian khusus, antara lain :
– Pemerinttah republik kita telah menyepakati . . .
– . . . menurut undang-undang yang berlaku, guru . . .
– . . . kasus suap dalam beberapa lembaga badan hukum.
9. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata partikel seperti di, ke, dari, untuk, dan yang, yang tidak pada posisi awal.Contohnya :
– Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
– Bacalah majalah Bahasa dan Sastra
– Yadi adalah wartawan koran Jawa Pos
10. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan khusus.Contoh :
– S.S. sarjana sastra
– Prof. professor
– S.pd.                   sarjana pendidikan
– M.A.                   master of arts
  – Tn.                       tuan
– Bpk.                    bapak
– Ny.                      nyonya
– Sdr.                     Saudara
Adapun perhatian khusus dalam pemberian huruf kapital dalam gelar adalah dokter dan doktor:
– Dr. digunakan kepada seseorang yang telah menempuh pendidikan hingga lulus strata tiga (S3). Misalnya : Dr. Eko Setyo Humanika, M.Hum.
– Sedangkan penggunaan dr. digunakan kepada seorang ahli penyakit yang telah menempuh pendidikan profesi dokter. Misalnya : dr. Erwin Santosa
– Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penulisan dalam awal kalimat, disarankan untuk tidak menggunakan singkatan. Misalnya : “. . . penyakit tersebut. Dokter Muchlis akhirnya memutuskan untuk . . .”, bukan “. . . penyakit tersebut. Dr. Muchlis akhirnya memutuskan untuk . . .” ataupun “. . . kasus tersebut. dr. Muchlis akhirnya memutuskan untuk . . .”
11. Huruf kapital digunakan khusus sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Contohnya :
– Sudahkah Anda tahu?
– . . . gagal. Maka dari itu, Anda tidak wajib . . .
– Jamu ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh Anda.
Baca juga: Cara Membuat Sitasi dengan Mudah di Microsoft Word
12. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada awal kalimat.
Contohnya :
– Mereka pergi ke seminar tersebut menggunakan angkutan umum.
– Akan tetapi, para pemimpin dunia saat itu tidak menyepakati . . .
– . . , tidak sebanding dengan dana yang terbuang. Pembangunan itu pun akhirnya terbengkalai.
13. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contohnya :
– Akupun bertanya pada diri sendiri, “Apakah setelah lulus nanti dia akan pergi?”
– Bapak menghibau kami, “Jangan sampai harapan kalian hilang!”
– “Kemana saja kau dari kemarin??”, katanya.
– “Besok pagi,” kata neneknya, “dia akan berangkat”.
14. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Contohnya :
– “Kapan Bapak berangkat?” tanya Siti.
– Karin bertanya,”itu apa, Pak?”
– “Silakan duduk, Kakak!” kata pelayan kafe itu.
– Minggu depan Paman akan pulang.
Adapun perhatian khusus seperti :
– Sebagai anak yang berbakti, wajib hukumnya untuk menghormati bapak dan ibu kita.
– Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

B. Teknik Menulis Huruf Miring
1. Huruf miring digunakan untuk menulis nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Contohnya :
– majalah Bobo
– surat kabar Kompas
– novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijk karya Buya Hamka
2. Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau menghususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata.
Contohnya :
– Buku ini bukan buku novel fantasi semata, melainkan . . .
– Orang itu memanglah panjang tangan!
– Dia tidak menafkahi, tetapi dinafkahi oleh istrinya yang sudah . . .
3. Huruf miring digunakan ketika menulis kata-kata nama ilmiah dan ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya dengan EYD.
Contohnya :
– Menurut Darwin, Homo sapiens adalah makhluk yang disebut . . .
– Kurang dari sewindu, negara tersebut secara de facto telah . . .
– Yggdrasil, secara mitologi nordik, diterjemahkan sebagai pohon dunia.
Adapun contoh istilah asing yang telah disesuaikan, yaitu :
– Lembaga tersebut tengah melakukan komputerisasi data. (dari kata computerization)
– Negara itu telah mengalami empat kali kudeta (dari kata coup d’etat)
– Virus adalah mikroorganisme yang menyebabkan penyakit (dari kata microorganism)

Pada akhirnya kita wajib mengetahui kaidah ini supaya tulisan kita menjadi berkualitas. Tentunya juga, demi tujuan menulis buku yang berkualitas.  Pelajaran yang didapat: “Jangan pernah menyepelekan hal yang kecil”.


4. 1. Tanda Titik (.)
Jenis-jenis tanda baca yang pertama adalah tanda titik atau yang sering disimbolkan dengan simbol (.). Secara umum, kita mengetahui bahwa fungsi tanda baca ini adalah sebagai penutup dari sebuah kalimat, terutama untuk kalimat deklaratif (kalimat pernyataan) dan kalimat berita. Selain itu, tanda baca ini juga digunakan pada penulisan gelar, singkatan, sejumlah angka tertentu.

2. Tanda Koma (,)
Tanda baca ini berfungsi untuk memisahkan beberapa bagian dari suatu kalimat. Sama seperti tanda titik, koma juga biasa difungsikan untuk penulisan gelar, singkatan, dan juga angka-angka tertentu.
3. Tanda Kurung ( ( ) )
Tanda kurung merupakan tanda baca yang berfungsi untuk menandai keterangan tambahan dalam suatu kalimat.
4. Tanda Petik Tunggal (‘ ‘)
Jenis-jenis tanda baca selanjutnya adalah petik tunggal (‘). Tanda petik ini berfungsi sebagai yang berfungsi untuk menandai beberapa istilah tertentu yang terkandung dalam suatu kalimat.
5. Tanda Petik Dua (” “)
Berbeda dengan tanda petik tunggal, tanda petik dua merupakan tanda petik yang berfungsi untuk menandai pernyataan langsung dalam suatu kalimat langsung atau juga pada bagian percakapan dalam suatu naskah drama
6. Tanda Seru (!)Tanda baca seru (!) merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penutup sekaligus penegas bagi kalimat imperatif (kalimat perintah) dan juga kalimat seruan.
7.Tanda Tanya (?)
Kebalikan dari tanda seru, tanda tanya merupakan tanda baca yang memperkuat kalimat interogatif atau yang lazim disebut dengan kalimat tanya.
8. Tanda Hubung (-)
Seperti namanya, tanda hubung (-) merupakan tanda baca yang fungsinya adalah untuk menghubungkan beberapa unsur tertentu dalam kata dan kalimat, seperti menghubungkan kata ulang dan sebagai penghubung kalimat dengan bagian kalimat yang terpaksa dipindahkan ke baris selanjutnya.
9. Tanda Pisah (–)
Tanda pisah (–) merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penanda adanya sisipan kata atau kalimat dalam suatu kalimat utama.
10. Tanda Titik Dua (:)
Tanda baca ini merupakan tanda baca yang fungsinya adalah sebagai penutup suatu kalimat, yang selanjutnya akan diikuti oleh sejumlah perincian dari kalimat tersebut.
11. Tanda Titik Koma (;)
Tanda baca ini berfungsi sebagai pemisah dari dua perincian dalam suatu kalimat. Tanda baca ini juga bisa dipakai sebagai pengganti kata dan.
12. Tanda Elipsis (…)
Tanda baca ini mempunyai fungsi sebagai penanda adanya bagian kalimat yang dipotong atau dihilangkan. Tanda baca ini juga bisa dipakai untuk menandai bagian yang tidak selesai dalam suatu naskah dialog.
13. Tanda Kurung Siku atau Kurawal ([ ])
Berbeda dengan tanda kurung biasa, tanda kurung ini fungsinya adalah penanda adanya bagian yang dikoreksi dari suatu kalimat.
14. Garis Miring (/)
Selain sebagai pengganti kata atau, tanda baca ini juga biasa dipakai dalam penulisan nomor surat, alamat, dan penanda periode tahun tertentu.
15. Tanda Baca Penyingkat (Apsotrof) (‘)
Jenis-jenis tanda baca yang terakhir adalah tanda baca apostrof. Tanda baca ini merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penanda adanya bagian yang hilang dalam suatu kata atau bilangan tahun.

5 . 1.Contoh Tanda Baca Titik (.)
• Para siswa kini sedang belajar di kelas.
• Mereka akan berangkat pada pukul 13.20 nanti.

          2. Contoh Tanda Baca Koma (,)
• Kelompok kami terdiri dar Popon, Budi, Ari, dan juga Bintang.
• Pada hari Minggu, kami sempat bertemu dan berbincang sejenak dengannnya.

3. Contoh Tanda Baca Kurung ( ( ) )
• Ade (anak Pak Awan) akan melanjutkan studi ke Belanda tahun depan.
• Media daring (online) kini kian menjamur saja.
4. Contoh Tanda Baca Petik Tunggal (‘ ‘)
• Nathan adalah salah satu ‘anak emas’ perusahaan ini.
• Akhirnya, Neymar resmi ‘angkat koper’ dari FC Barcelona.
5. Contoh Tanda Baca Petik Dua (” “)
• Tanda tendeng aling-aling, dia pun berkata kepadaku, “dasar anak tak tahu diri!”.
• “Saat sukses nanti, kau jangan sampai lupa dari mana kau berasal,” ujarnya kepadaku.
6. Contoh Tanda Seru (!)
• Tolong jangan kau beritahu soal itu kepadanya!
• Wah, pemandangan pantai ini sungguh menakjubkan!
7. Contoh Tanda Tanya (?)
• Siapa yang semalam mengatarmu pulang ke rumahu?
• Apa kau mau hidupmu menderita terus-menerus?
8. Contoh Tanda Hubung (-)
• Ongol-ongol merupakan salah satu kue tradisional yang ada di Indonesia.
• Bagiku, dia adalah gadis paling cantik se-Pontianak.
• 9. Contoh Tanda PIsah (–)
•     Wanita itu–yang senyumnya begitu manis–tengah terduduk sendiri di sebuah bangku taman.
• Steven Gerrard–mantan pemain Liverpool dan LA Galaxy–resmi melatih tim Glasgow Rangers.
10. Contoh Tanda Titik Dua (:)
• Sebanyak tiga orang siswa resmi menjadi calon ketua OSIS SMAN 77, di mana ketiga siswa itu antara lain: Deva Anugrah, Ardhira Saputra, dan Ganesha Prabaswara.
• Restoran itu menyajikan berbagai masakan Sunda, di mana masakan-masakan tersebut antara lain: karedok, lotek, sayur asem, nasi timbel, dan nasi tutug oncom.
• 11. Contoh Tanda Titik Koma (;)Langit siang kian menghitam; hujan deras pun turun.
• Jenis-jenis karangan berdasarkan cara penyajiannya terdiri atas lima jenis, yatu: karangan argumentasi; karangan deskripsi; karangan eksposisi; karangan narasi; dan karangan persuasi.
12. Contoh Tanda Baca Elipsis (…)
• Penyebab terjadinya… itu akan segera diselidiki.
• “Jadi, bisa disimpulkan bahwa jika dua ditambah dua, maka hasilnya adalah…”
13. Contoh Tanda Kurung Siku atau Kurawal ([ ])
• Penelitian ini akan membahas soal kerenjangan [so]sial yang terjadi di lingkungan masyarakat kita.
• Jadi, bahasa jurnalistik yang baik (menurut Abdul Chaer [yang bisa dilihat di bab awal bukunya]) adalah bahasa jurnalistik yang hemat kata, tepat makna, dan juga menarik.
14. Contoh Tanda Baca Garis Miring (/)
• Kopi bisa disajikan dengan air panas/dingin.
• Pak Usman menjual ayam gorengnya dengan harga Rp. 9.000/potong.
15. Contoh Tanda Baca Penyingkat atau Apostrof (‘)
• Besok, aku pasti ‘kan datang ke rumahmu.
• Sheila on 7 merupakan salah satu grup musik era ’90-an yang masih eksis hingga saat ini.

Nama : Airo Kamta Perangin_angin
NIM.   :193309010133
Tugas bahasa indonesia
1. Jelaskan pengertian konsepsi Ejaan bahasa indonesia
2. Jelaskan cakupan ejaan bahasa Indonesia
3. Jelaskan syarat penulisan kaidah ejaan bahasa Indonesia
4. Sebutkan dan jelaskan jenis jenis tanda baca dalam kaidah ejaan bahasa indonesia
5. Tuliskan contoh tanda baca dalam kaidah ejaan bahasa Indonesia
 

Penyelesaian

1. kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi  (kata, kalimat, dsb.) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda-tanda baca

2. Cakupan Ejaan:

1.      Penulisan Nama
a.       Nama Diri
1)      dipakai untuk menyebut diri seseorang atau nama seseorang
2)      dapat diberikan pada nama-nama geografis
3)      dipakai juga untuk nama organisasi, lembaga, badan hukum, judul dokumen, dan sebagainya
Catatan:
1)      Nama diri ditengarai dengan pemakaian huruf kapital sebagai huruf awal (setiap) kata.
2)      Nama diri dapat dikenali karena:
a) bersifat satu-satunya (tidak ada duanya), misalnya Presiden Republik Indonesia, Rumah Sakit Islam Jakarta;
b) tidak didahului kata bilangan (satu, dua, dst.; beberapa; seorang, dua orang, dst.; kedua, ketiga, dst.), misalnya dua Gubernus Jawa Barat.Yang benar: Gubernur Jawa Barat dan dua gubernur.

3)   Kata seperti gubernur, presiden, dsb., jika tidak disertai nama orang, tempat, dsb., adalah kata benda (dikenal dengan “nama jenis”). Penulisannya tidak perlu diawali dengan huruf kapital.

b.      Nama Jenis
Nama jenis adalah sebutan lain untuk istilah “kata benda”. Setiap kata yang bukan nama diri disebut kata benda atau nama jenis.


2.      Penulisan Kata
a.      Kata Dasar
Kata dasar, yang belum mendapat imbuhan, ditulis sesuai dengan kaidah yang berkaitan, misalnya dengan kaidah pemakaian huruf kapital.

b.      Kata Berimbuhan/Kata Turunan
Kata berimbuhan adalah kata yang sudah mendapat imbuhan berupa awalan, akhiran, sisipan, dan gabungan dari awalan dan akhiran.
Imbuhan dituliskan serangkai dengan kata dasar.

c.       Gabungan Kata/Kata Majemuk

Gabungan kata dan  kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang menyatakan makna khusus.
Gabungan kata dan kata majemuk ditulis terpisah, kecuali yang sudah padu benar.

3.      Pemakaian Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan
a.       pada penulisan nama diri, baik nama orang, nama geografis,  nama waktu, nama gelar, nama pangkat, maupun nama-nama lainnya.
b.      pada penulisan kata ganti penunjuk kekerabatan, yang dipakai sebagai sapaan (untuk orang kedua dan orang ketiga).
Tidak digunakan jika kata kekerabatan itu didahului kata bilangan atau diikuti kata ganti milik.
c.       pada gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, dan kepangkatan yang  diikuti nama orang.
d.      pada nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.
e.       pada awal kata--dan setiap unsur katanya, kecuali kata penghubung--untuk nama badan, dokumen resmi, lembaga pemerintah, dan judul karangan, buku, majalah, dan surat kabar.
f.       untuk singkatan nama gelar yang diikuti nama orang dan singkatan sapaan, diakhiri dengan tanda titik.
g.      Beberapa kaidah pemakaian huruf kapital juga berlaku dalam penulisan kalimat, petikan langsung, dan ungkapan keagamaan.

3.
3.   Huruf kapital digunakan sebagai penggunaan huruf pertama dalam ungkapan yang berkaitan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya.
Contohnya:
– Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
– Qur’an, Alkitab, Injil, Taurat
– Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha
– Al-Baqarah ayat 145, Yohanes : 2
– Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.
– Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.
2. Huruf kapital digunakan sebagai hurufpertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contohnya:
– Muhammad SAW, Isa Al-Masih
– Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Malaikat Jibril
– Imam Syafi’I, Haji Agus Salim, Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Adapun beberapa perhatian khusus, seperti dalam kalimat ini :
– Dia baru saja diangkat menjadi sultan yang kesebelas.
– Dua tahun berikutnya, dosen kami akan berangkat haji.
– Hassanuddin, sultan Makassar, digelari Ayam Jantan dari Timur.
3. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang pemangku jabatan.
Contohnya:
– Presiden Soekarno, Wakil Presiden B.J. Habibie, Perdana Menteri Silvio Berlusconi, Paduka        Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej, Ratu Elizabeth
– Walikota Tri Rismaharini, Gubernur Ahok
– Menteri Pendidikan Anis Baswedan, Menteri Bambang Sudibyo
– Profesor Soepomo, Letnan Jenderal Djoko Santoso, Letjen Suprapto
Adapun beberapa perhatian khusus, seperti dalam kalimat ini :
– Siapakah walikota yang baru dilantik itu?
– Dua hari yang lalu, Mayor Jenderal Djoko Santoso baru diangkat menjadi letnan jenderal.
• Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama orang.
Contohnya:
– Muchamad Resya Firmansyah, Arum Sulistyowati, Sri Handayani, Patrick Simamora, Alan            Budi Kusuma, Giovanni Putri Astuti, Bambang Sutrisno, Rhendy Sapta Wardhana
– Bastian Schweinsteiger, Carlo Ancellotti, Vladimir Putin, Kobe Bryant, Scarlet Johansson,               Muhammad Ali, Carl Jhonson, Chris Evans, Cristiano Ronaldo, Robert Downey Jr., Gal             Gadot
Adapun beberapa pengecualian dalam nama orang, karena latar belakang keluarga                 ataupun budaya pemilik nama seperti :
– LeBron James, Leonardo DiCaprio
5. Huruf Kapital digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
Contohnya :
– bangsa Indonesia, suku Dayak, bahasa Jepang
Adapun perhatian khusus dalam penyusunan kalimat, seperti :
– . . . mengindonesiakan kata-kata asing.
– Jangan keinggris-inggrisan!
6. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contohnya :
– tahun Hijrah, bulan Oktober, hari Galungan, Jum’at Kliwon, hari Natal, Perang Tabuk, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Adapun perhatian khusus dalam penyusunan kalimat, seperti :
– Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada . . .
– Perkembangan teknologi nuklir memicu resiko pecahnya perang . . .
7. Huruf kapital digunakan sebagai nama khas geografi.
Contohnya :
– Asia Tenggara, Sungai Nil, Kali Opak, Lembah Baliem, DKI Jakarta, Jabotabek, Kota Pelajar, Daerah Istimewa Yogyakarta
Adapun perhatian khusus seperti :
– . . . mereka pun akhirnya pergi ke selatan.
– Mandi di kali adalah kebiasaan masyarakat . . .
8. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintahan, organisasi, ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi, serta sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna.
Contohnya :
– Undang Undang Dasar 1945 (UUD 45)
– Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
– Kementrian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi
– Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
– Palang Merah Indonesia (PMI)
– Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
– Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 2004
Adapun beberapa perhatian khusus, antara lain :
– Pemerinttah republik kita telah menyepakati . . .
– . . . menurut undang-undang yang berlaku, guru . . .
– . . . kasus suap dalam beberapa lembaga badan hukum.
9. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata partikel seperti di, ke, dari, untuk, dan yang, yang tidak pada posisi awal.Contohnya :
– Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
– Bacalah majalah Bahasa dan Sastra
– Yadi adalah wartawan koran Jawa Pos
10. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan khusus.Contoh :
– S.S. sarjana sastra
– Prof. professor
– S.pd.                   sarjana pendidikan
– M.A.                   master of arts
  – Tn.                       tuan
– Bpk.                    bapak
– Ny.                      nyonya
– Sdr.                     Saudara
Adapun perhatian khusus dalam pemberian huruf kapital dalam gelar adalah dokter dan doktor:
– Dr. digunakan kepada seseorang yang telah menempuh pendidikan hingga lulus strata tiga (S3). Misalnya : Dr. Eko Setyo Humanika, M.Hum.
– Sedangkan penggunaan dr. digunakan kepada seorang ahli penyakit yang telah menempuh pendidikan profesi dokter. Misalnya : dr. Erwin Santosa
– Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penulisan dalam awal kalimat, disarankan untuk tidak menggunakan singkatan. Misalnya : “. . . penyakit tersebut. Dokter Muchlis akhirnya memutuskan untuk . . .”, bukan “. . . penyakit tersebut. Dr. Muchlis akhirnya memutuskan untuk . . .” ataupun “. . . kasus tersebut. dr. Muchlis akhirnya memutuskan untuk . . .”
11. Huruf kapital digunakan khusus sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Contohnya :
– Sudahkah Anda tahu?
– . . . gagal. Maka dari itu, Anda tidak wajib . . .
– Jamu ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh Anda.
Baca juga: Cara Membuat Sitasi dengan Mudah di Microsoft Word
12. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada awal kalimat.
Contohnya :
– Mereka pergi ke seminar tersebut menggunakan angkutan umum.
– Akan tetapi, para pemimpin dunia saat itu tidak menyepakati . . .
– . . , tidak sebanding dengan dana yang terbuang. Pembangunan itu pun akhirnya terbengkalai.
13. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contohnya :
– Akupun bertanya pada diri sendiri, “Apakah setelah lulus nanti dia akan pergi?”
– Bapak menghibau kami, “Jangan sampai harapan kalian hilang!”
– “Kemana saja kau dari kemarin??”, katanya.
– “Besok pagi,” kata neneknya, “dia akan berangkat”.
14. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Contohnya :
– “Kapan Bapak berangkat?” tanya Siti.
– Karin bertanya,”itu apa, Pak?”
– “Silakan duduk, Kakak!” kata pelayan kafe itu.
– Minggu depan Paman akan pulang.
Adapun perhatian khusus seperti :
– Sebagai anak yang berbakti, wajib hukumnya untuk menghormati bapak dan ibu kita.
– Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

B. Teknik Menulis Huruf Miring
1. Huruf miring digunakan untuk menulis nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Contohnya :
– majalah Bobo
– surat kabar Kompas
– novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijk karya Buya Hamka
2. Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau menghususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata.
Contohnya :
– Buku ini bukan buku novel fantasi semata, melainkan . . .
– Orang itu memanglah panjang tangan!
– Dia tidak menafkahi, tetapi dinafkahi oleh istrinya yang sudah . . .
3. Huruf miring digunakan ketika menulis kata-kata nama ilmiah dan ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya dengan EYD.
Contohnya :
– Menurut Darwin, Homo sapiens adalah makhluk yang disebut . . .
– Kurang dari sewindu, negara tersebut secara de facto telah . . .
– Yggdrasil, secara mitologi nordik, diterjemahkan sebagai pohon dunia.
Adapun contoh istilah asing yang telah disesuaikan, yaitu :
– Lembaga tersebut tengah melakukan komputerisasi data. (dari kata computerization)
– Negara itu telah mengalami empat kali kudeta (dari kata coup d’etat)
– Virus adalah mikroorganisme yang menyebabkan penyakit (dari kata microorganism)

Pada akhirnya kita wajib mengetahui kaidah ini supaya tulisan kita menjadi berkualitas. Tentunya juga, demi tujuan menulis buku yang berkualitas.  Pelajaran yang didapat: “Jangan pernah menyepelekan hal yang kecil”.


4. 1. Tanda Titik (.)
Jenis-jenis tanda baca yang pertama adalah tanda titik atau yang sering disimbolkan dengan simbol (.). Secara umum, kita mengetahui bahwa fungsi tanda baca ini adalah sebagai penutup dari sebuah kalimat, terutama untuk kalimat deklaratif (kalimat pernyataan) dan kalimat berita. Selain itu, tanda baca ini juga digunakan pada penulisan gelar, singkatan, sejumlah angka tertentu.

2. Tanda Koma (,)
Tanda baca ini berfungsi untuk memisahkan beberapa bagian dari suatu kalimat. Sama seperti tanda titik, koma juga biasa difungsikan untuk penulisan gelar, singkatan, dan juga angka-angka tertentu.
3. Tanda Kurung ( ( ) )
Tanda kurung merupakan tanda baca yang berfungsi untuk menandai keterangan tambahan dalam suatu kalimat.
4. Tanda Petik Tunggal (‘ ‘)
Jenis-jenis tanda baca selanjutnya adalah petik tunggal (‘). Tanda petik ini berfungsi sebagai yang berfungsi untuk menandai beberapa istilah tertentu yang terkandung dalam suatu kalimat.
5. Tanda Petik Dua (” “)
Berbeda dengan tanda petik tunggal, tanda petik dua merupakan tanda petik yang berfungsi untuk menandai pernyataan langsung dalam suatu kalimat langsung atau juga pada bagian percakapan dalam suatu naskah drama
6. Tanda Seru (!)Tanda baca seru (!) merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penutup sekaligus penegas bagi kalimat imperatif (kalimat perintah) dan juga kalimat seruan.
7.Tanda Tanya (?)
Kebalikan dari tanda seru, tanda tanya merupakan tanda baca yang memperkuat kalimat interogatif atau yang lazim disebut dengan kalimat tanya.
8. Tanda Hubung (-)
Seperti namanya, tanda hubung (-) merupakan tanda baca yang fungsinya adalah untuk menghubungkan beberapa unsur tertentu dalam kata dan kalimat, seperti menghubungkan kata ulang dan sebagai penghubung kalimat dengan bagian kalimat yang terpaksa dipindahkan ke baris selanjutnya.
9. Tanda Pisah (–)
Tanda pisah (–) merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penanda adanya sisipan kata atau kalimat dalam suatu kalimat utama.
10. Tanda Titik Dua (:)
Tanda baca ini merupakan tanda baca yang fungsinya adalah sebagai penutup suatu kalimat, yang selanjutnya akan diikuti oleh sejumlah perincian dari kalimat tersebut.
11. Tanda Titik Koma (;)
Tanda baca ini berfungsi sebagai pemisah dari dua perincian dalam suatu kalimat. Tanda baca ini juga bisa dipakai sebagai pengganti kata dan.
12. Tanda Elipsis (…)
Tanda baca ini mempunyai fungsi sebagai penanda adanya bagian kalimat yang dipotong atau dihilangkan. Tanda baca ini juga bisa dipakai untuk menandai bagian yang tidak selesai dalam suatu naskah dialog.
13. Tanda Kurung Siku atau Kurawal ([ ])
Berbeda dengan tanda kurung biasa, tanda kurung ini fungsinya adalah penanda adanya bagian yang dikoreksi dari suatu kalimat.
14. Garis Miring (/)
Selain sebagai pengganti kata atau, tanda baca ini juga biasa dipakai dalam penulisan nomor surat, alamat, dan penanda periode tahun tertentu.
15. Tanda Baca Penyingkat (Apsotrof) (‘)
Jenis-jenis tanda baca yang terakhir adalah tanda baca apostrof. Tanda baca ini merupakan tanda baca yang berfungsi sebagai penanda adanya bagian yang hilang dalam suatu kata atau bilangan tahun.

5 . 1.Contoh Tanda Baca Titik (.)
• Para siswa kini sedang belajar di kelas.
• Mereka akan berangkat pada pukul 13.20 nanti.

          2. Contoh Tanda Baca Koma (,)
• Kelompok kami terdiri dar Popon, Budi, Ari, dan juga Bintang.
• Pada hari Minggu, kami sempat bertemu dan berbincang sejenak dengannnya.

3. Contoh Tanda Baca Kurung ( ( ) )
• Ade (anak Pak Awan) akan melanjutkan studi ke Belanda tahun depan.
• Media daring (online) kini kian menjamur saja.
4. Contoh Tanda Baca Petik Tunggal (‘ ‘)
• Nathan adalah salah satu ‘anak emas’ perusahaan ini.
• Akhirnya, Neymar resmi ‘angkat koper’ dari FC Barcelona.
5. Contoh Tanda Baca Petik Dua (” “)
• Tanda tendeng aling-aling, dia pun berkata kepadaku, “dasar anak tak tahu diri!”.
• “Saat sukses nanti, kau jangan sampai lupa dari mana kau berasal,” ujarnya kepadaku.
6. Contoh Tanda Seru (!)
• Tolong jangan kau beritahu soal itu kepadanya!
• Wah, pemandangan pantai ini sungguh menakjubkan!
7. Contoh Tanda Tanya (?)
• Siapa yang semalam mengatarmu pulang ke rumahu?
• Apa kau mau hidupmu menderita terus-menerus?
8. Contoh Tanda Hubung (-)
• Ongol-ongol merupakan salah satu kue tradisional yang ada di Indonesia.
• Bagiku, dia adalah gadis paling cantik se-Pontianak.
• 9. Contoh Tanda PIsah (–)
•     Wanita itu–yang senyumnya begitu manis–tengah terduduk sendiri di sebuah bangku taman.
• Steven Gerrard–mantan pemain Liverpool dan LA Galaxy–resmi melatih tim Glasgow Rangers.
10. Contoh Tanda Titik Dua (:)
• Sebanyak tiga orang siswa resmi menjadi calon ketua OSIS SMAN 77, di mana ketiga siswa itu antara lain: Deva Anugrah, Ardhira Saputra, dan Ganesha Prabaswara.
• Restoran itu menyajikan berbagai masakan Sunda, di mana masakan-masakan tersebut antara lain: karedok, lotek, sayur asem, nasi timbel, dan nasi tutug oncom.
• 11. Contoh Tanda Titik Koma (;)Langit siang kian menghitam; hujan deras pun turun.
• Jenis-jenis karangan berdasarkan cara penyajiannya terdiri atas lima jenis, yatu: karangan argumentasi; karangan deskripsi; karangan eksposisi; karangan narasi; dan karangan persuasi.
12. Contoh Tanda Baca Elipsis (…)
• Penyebab terjadinya… itu akan segera diselidiki.
• “Jadi, bisa disimpulkan bahwa jika dua ditambah dua, maka hasilnya adalah…”
13. Contoh Tanda Kurung Siku atau Kurawal ([ ])
• Penelitian ini akan membahas soal kerenjangan [so]sial yang terjadi di lingkungan masyarakat kita.
• Jadi, bahasa jurnalistik yang baik (menurut Abdul Chaer [yang bisa dilihat di bab awal bukunya]) adalah bahasa jurnalistik yang hemat kata, tepat makna, dan juga menarik.
14. Contoh Tanda Baca Garis Miring (/)
• Kopi bisa disajikan dengan air panas/dingin.
• Pak Usman menjual ayam gorengnya dengan harga Rp. 9.000/potong.
15. Contoh Tanda Baca Penyingkat atau Apostrof (‘)
• Besok, aku pasti ‘kan datang ke rumahmu.
• Sheila on 7 merupakan salah satu grup musik era ’90-an yang masih eksis hingga saat ini.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Ragam dan Laras Bahasa




 NAMA:ROY SAPUTRA MANALU
 NIM :193309010129

Tugas
1. Tuliskan kembali pengertian ragam bahasa dan laras bahasa dengan kalimat anda sendiri dan jelaskan pengertian jenis laras bahasa beserta contoh.
2. Buatlah sebuah ilustrasi atau penjelasan dan contoh mengenai jenis laras bahasa.

Penyelesaian
1 . RAGAM BAHASA
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ragam bahasa diartikan variasi bahasa menurut pemakaiannya, topic yang dibicarakan hubungan pembicara dan teman bicara, dan medium pembicaraannya. (2005:920). Pengertian ragam bahasa ini dalam berkomunikasi perlu memperhatikan aspek (1) situasi yang dihadapi, 
(2) permasalahan yang hendak disampaikan, 
(3) latar belakang pendengar atau pembaca yang dituju, dan (4) medium atau sarana bahasa yang digunakan. Keempat aspek dalam ragam bahasa tersebut lebih mengutamakan aspek situasi yang dihadapi dan aspek medium bahasa yang digunakan dibandingkan kedua aspek yang lain.
2.1. Ragam Bahasa Berdasarkan Situasi Pemakaianannya
Berdasarkan situasi pemakaiannya, ragam bahasa terdiri atas tiga bagian, yaitu ragam bahasa formal, ragam bahasa semiformal, dan ragam bahasa nonformal. Setiap ragam bahasa dari sudut pandang yang lain dan berbagai jenis laras bahasa diidentifikasikan ke dalam situasi pemakaiannya. Misalnya, ragam bahsa lisan diidentifikasikan sebagai ragam bahasa formal, semiformal, atau nonformal. Begitu juga laras bahasa manjemen diidentifikasikan sebagi ragam bahasa formal, semiformal, atau nonformal. Ragam bahasa formal memperhatikan kriteria berikut agar bahasanya menjadi resmi.
Kemantapan dinamis dalam pemakaian kaidah sehingga tidak kaku tetapi tetap lebih luwes dan dimungkinkan ada perubahan kosa kata dan istilah dengan benar.
Penggunaan fungsi-fungsi gramatikal secara konsisten dan eksplisit.
Penggunaan bentukan kata secara lengkap dan tidak disingkat.
Penggunaan imbuhan (afiksasi) secara eksplisit dan konsisten
Penggunaan ejaan yang baku pada ragam bahasa tulis dan lafal yang baku pada ragam bahasa lisan.
Berdasarkan kriteria ragam bahasa formal di atas, pembedaan antara ragam formal, ragam semiformal, dan ragam nonformal diamati dari hal berikut:
1.  Pokok masalah yang sedang dibahas,
menyapa – apaan Mengopi – ngopi laporan – laporin Marahi – marahin menemukan------nemuin
Menyerahkan-----nyerahin Kesalaha-----------nyalahin Pembetulan-------betulin
Hubungan antara pembicara dan pendengar,
Medium bahasa yang digunakan lisan atau tulis,
Area atau lingkungan pembicaraan terjadi, dan
Situasi ketika pembicaraan berlangsung.
Kelima pembedaan ragam baasa di atas, dipertegas lagi pembedaan antara ragam bahasa formal dan ragam bahasa nonformal yang paling mencolok adalah sebagai berikut:
Penggunaan kata sapaan dan kata ganti, misalnya: Saya dan gue/ogut
Anda dan lu/situ/ente
Penggunaan  imbuhan  (afiksasi),  awalan  (prefix),  akhiran  (sufiks),
gabungan  awalan  dan  akhiran  (simulfiks),  dan  imbuhan  terpisah
(konfiks). Misalnya:
Awalan:
Akhiran:
Simulfiks:
Konfiks:
Penggunaan unsur fatik (persuasi) lebih sering muncul dalam ragam bahasa nonformal, seperti sih, deh, dong,kok,lho, ya kale, gitu ya.
Penghilangan unsur atau fungsi kalimat (S-P-O-Pel-Ket) dalam ragam bahasa   nonformal yang menganggu   penyampaian   suatu
pesan. Misalnya,
Penghilangan subjek:
Kepada hadirin harap berdiri.
Penghilangan predkat:
Laporan itu untuk pimpinan.
Penghilangan objek  :
RCTI melaporkan dari Medan.
Penghilangan pelengkap:  Mereka berdiskusi dilantai II.
2.2. Ragam bahasa berdasarkan mediumnya
Berdasarkan mediumnya ragam bahasa terdiriatas dua ragam bahasa,yaitu
ragam bahasa lisan
ragam bahasa tulis.
Ragam bahasa  lisan  adalah  bahasa    yang  dilafalkan  langsung  oleh
penuturnya kepada pendengar atau teman bicaranya. Ragam bahasa lisan ini ditentukan oleh intonasi dalam pemahaman maknanya. Misalnya, (a)Kucing/ makan tikus mati.
Kucing makan//tikus mati.
Kucing makan tikus/mati.
Ragam bahasa tulis adalah ragam bahasa yang ditulis atau dicetak dengan memerhatikan penempatan tanda baca dan ejaan secara benar.
Ragam bahasa tulis dapat bersifat formal,semiformal, dan nonformal. Dalam penulisan  makalah seminar  dan skripsi,penulis
harus  menggunakan ragam bahasa   formal sedangkan ragam bahasa semiformal  digunakan
Dalam perkuliahan dan ragam bahasa nonformal digunakan keseharian secara informal. Berikut ini dideskripsikan perbedaan dan persamaan antara bahasa
lisan dan bahasa tulis dalam bentuk bagan
Penggunaan  ragambahasa  dan  laras    bahasa  dalam penulisan karangan ilmiah harus berupaya pada ragam  bahasa formal, ragam bahasa tulis, ragam bahasa lisan ,
laras bahasa ilmiah, dan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.
      Laras bahasa adalah bentuk bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan dan suatu kesesuaian antara bahasa itu sendiri dengan pemakaiannya.
   Jenis laras bahasa :
Laras Ilmiah
  Contoh :
Menulis Karya Ilmiah Tentang Penghijauan Di Lingkungan Sekolah.
Laras Sastra
  Contoh :
Lagu, puisi, cerpen, novel.
Laras Jurnalistik
  Contoh :
Berita, editorial, iklan.
Laras Hukum
  Contoh :
Sanksi pelanggaran pasal 44 : Undang – undang 6 tahun 1982 tentang Hak Cipta.
Laras Kedokteran
  Contoh :
Pengaruh rokok terhadap kesehatan.
Laras Iklan
  Contoh :
Lowongan kerja.

2 .    – Laras Ilmiah
           Paragraf dalam sebuah karya ilmiah tentang bahaya rokok

   Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70         hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun – daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.

- Laras sastra
                                  Botol Ajaib
     Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda  selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana. Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

- Laras Jurnalistik
# Pedagang itu mengalami kerugian besar                   # Pedagang itu rugi besar

# Harga premium mengalami penurunan                           # Harga premium turun

# Baju Ardi tidak bersih                                                          # Baju Ardi kotor

# Dewi memakai jilbab                                                           # Dewi Berjilbab

# Ia mempunyai penilaian berbeda                                     # Ia Mempunyai pendapat

- Laras Hukum
Sanksi pelanggaran pasal 44:Undang undang 6 tahun 1982 tentang Hak cipta
”Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual pada suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hasil hak cipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.50.000.000,00 (Lima pulu juta rupiah).

- Laras Kedokteran
                         Bahaya Merokok Pada Kesehatan Tubuh
Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Tubuh - Lalu apa kaitan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh kita, kaitannya ada pada zat yang terkandung di dalam rokok. Ada 4.000 komponen kimia yang ditemukan dalam rokok dan 250 diantaranya berbahaya bagi kesehatan manusia, menurut Centers for Disease Control and Prevention US. Berikut ini kami jabarkan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh yang mudah-mudahan dapat menambah semangat Anda untuk berhenti merokok.

- Laras Iklan
Lowongan Kerja Teknik Sipil
Sebuah perusahaan Kontraktor membutuhkan tenaga ahli yang bersedia bekerja di bangka untuk posisi:
1.      Proyek manager pelaksana
2.      Construction Management
Dengan kualifikasi:
•         Pria, sarjana Teknik Sipil
•         Pengalaman Kerja  4-5 tahun dibidang proyek manager/Construction Management.
•         Khusus pembangunan dermaga, shiping dock
•         Menguasai komputer (Autocad, excel, word)
•         Bersedia diletakan di lokasi Bangka
Persyaratan Lain:
•         Jujur, ulet, tekun, disiplin, dan inisiatif.
•         Memiliki kemampuan memimpin dan mengelola proyek
•         Menguasai progaram analisa struktur
•         Dapat berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, dan menguasai arahan.

Surat lamaran dikirimkan selambat-lambatnya dua hari setelah pnerbitan iklan ini ke alamat atau email:
•         HRD Recrutmen LPTTI
•         Wisma subud, cilandak barat, jakarta selatan 12430
•         info@Lptii.com



   Sumber :
-ukhybelajar.blogspot.com
-https://vianisilv.wordpress.com
-http://dosen.stie-alanwar.ac.id/read/supriyadi/2017/09/15/36/RAGAM_DAN_LARAS_BAHASA

Ragam dan Laras Bahasa

Tugas Bahasa Indonesia

• Nama : Airo kamta Perangin-angin

• Nim    :193309010133
Soal :
1. Tuliskan kembali pengertian ragam bahasa dan laras bahasa dengan kalimat anda sendiri dan jelaskan pengertian laras bahasa beserta contoh
2. Buatlah sebuah ilustrasi atau penjelasan dan contoh mengenai jenis laras bahasa


• Penyelesaian :
A.    Ragam Bahasa Indonesia
         
            Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa, menurut pemakainya yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, laras, aksen, gaya atau berbagai variasi sosiolungistik lain termasuk variasi bahasa baku itu sendiri.
            Berdasarkan media pengantarnya ragam bahasa dibagi atas dua macam :
1.      Ragam Lisan
      Bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Menghendaki adanya lawan bicara yang siap mendengar apa yang diucapkan oleh seseorang. Unsur fungsi gramatikal seperti subjek, predikat, objek dan keterangan tidak selalu diucapkan dengan kata dan pada ragam bahasa lisan terikat pada situasi, kondisi, ruang dan waktu. Makna ragam bahasa lisan dipengaruhi oleh tinggi-rendah dan panjang-pendeknya nada suara.
Contoh :
a.       Rombongan tamu Negara sebentar lagi tiba.
b.      Sumur itu digali menggunakan alat modern.
c.       Dia lagi sakit makanya tidak ikut bertanding.
d.      Aku bingung karena pendirian dia suka berubah.
e.       Pamanya pendiam sekali tapi bibinya cerewet sekali.

2.      Ragam Tulis
      Bahasa yang tertulis atau tercetak. Tidak selalu memerlukan “lawan bicara” yang siap membaca apa yang dituliskan oleh seseorang. Unsur fungsi gramatikal harus dinyatakan secara eksplisit agar pembaca dapat memahai maksud penulisnya secara jelas dan pasti dan makna ditentukan terutama oleh pemakaian tanda baca.
Contoh :
a.       Rombongan tamu Negara akan segara tiba.
b.      Sumur itu digali dengan alat-alat modern.
c.       Dia sedang sakit karena itu dia tidak ikut bertanding.
d.      Pediriannya selalu berubah oleh sebab itu aku jadi bingung.
e.       Pamannya pendiam sekali tetapi bibinya cerewet luar biasa.

Keunggulan Dan Kelemahan Berkomunikasi
Lisan Dan Tulis
Cara Berkomunikasi
Keunggulan
Kelemahan
Secara Lisan
Contoh kegiatan
·         Berbicara
·         Berpidato
·         Berdiskusi
·         Berdebat

1.   Berlangsung cepat
2.   Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu
3.   Kesalahan dapat langsung dikoreksi
4.   Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka

1.   Tidak selalu mempunyai bukti autentik (rekaman)
2.   Dasar hukumnya lemah
3.   Sulit disajikan secara matang / bersih
4.   Mudah dimanipulasi
Secara Tulis
Contoh kegiatan
·         Menulis surat
·         Menulis laporan
·         Menulis artikel
·         Menulis makalah

1.   Mempunyai bukti autentik (berupa tulisan)
2.   Dasar hukumnya kuat
3.   Dapat disajikan lebih matang / bersih
4.   Lebih sulit dimanipulasi

1.   Belangsung lambat
2.   Selalu mamakai alat bantu
3.   Kesalahan tidak langsung dikoreksi
4.   Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka

            Sedangkan berdasarkan situasi pemakainya ragam bahasa dapat dibagi atas tiga macam :
1.      Ragam Formal
2.      Ragam Semi Formal
3.      Ragam Non Formal
            Pemakaian ragam formal, semi formal dan non formal di tengah masyarakat tampak campur aduk. Ragam non formal dipakai jika penutur dan komunikasinya berasal dari etnik yang sama, lebih-lebih dengan sesama teman. Pilihan ragam akan beralih ke ragam semi fomal atau formal jika para penutur dan mitrannya multi etnik, situasinya resmi, status sosial komunikasi tinggi dan topik pembicaraan bersifat serius. Jadi, penetapan pilihan pada situasi, topik pembicaraan serta bentuk hubugan antar pelaku.
            Ragam bahasa yang digunakan dalam situasi resmi adalah ragam formal atau ragam baku, yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan secara ketat. Ragam formal mutlak menuntut pemakaian kata dan kalimat baku, sedangkan ragam non formal tidak mutlak menuntut persyaratan tersebut.

Pemakaian Kata Ganti Dan Sapaan, Imbuhan Dan Partikel Penegas, Serta Pilihan Kata Tertentu Dalam Ragam Formal, Semi Firmal Dan Non Formal

Ragam
Kata Ganti & Sapaan
Imbuhan & Partikel Penegas
Pilihan Kata
Formal
Saya – Anda
Saya – Bapak
Saya – Ibu
Saya - Saudara
... sudah menerima ...
... sudah membaca ...
Betulkan
Mengobrol
Minum kopi
Beri tahu (kan)
Uang
Sudah
Tidak
Begitu
Seperti itu
Sebentar
Saja
Laki-laki / pria
Perempuan/wanita
Semi Formal
Aku – Bung
Aku – Kamu
Aku – Mas / Dik
Aku – Mbak
... sudah terima ...
... sudah baca ...
Betulin / bikin betul
Ngobrol
Ngopi
Lho, kok
Sih, deh
Kasih tahu
Duit
Sudah
Tidak
Gitu
Kayak gitu
Sebentar
Saja
Orang laki-laki/anak laki
Orang perempuan/anak perempuan
Non Formal
Gue – Bang / Mbak
Gue – Lu (elu)
Gue – Neng
Gue - Situ
... udah terima ...
... udah baca ...
Betulin
Ngobrol
Ngopi
Loh, kok
Sih, deh
Bilang (in) / omong (in)
Doku / fulus
Udah
Ngak
Gitu
Kek gitu
Entar / bentar
Aja
Cowok
Cewek


Pemakaian Ragam Non Formal Dan Ragam Formal
Ragam Non Formal Lisan
Ragam Formal Lisan
·         Berbicara sehari-hari di rumah
·         Bergunjing
·         Bercerita
·         Mengobrol
·         Berceramah ilmiah
·         Berpidato
·         Berdiskusi formal
·         Berdebat resmi
Ragam Non Formal Tulis
Ragam Formal Tulis
·         Menulis surat kepada kerabat
·         Menulis surat kepada teman
·         Menulis surat kepada pacar
·         Menulis catatan harian
·         Menulis surat resmi
·         Menulis makalah, artikel
·         Menulis proposal
·         Menulis laporan formal


B.    Laras Bahasa

Pengertian Laras Bahasa
Laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaianya.dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah,laras populer,laras featue,laras komik,laras sastra, yang masih dapat di bagi atas laras cerpen, laras puisi,laras novel, dan sebagainya.

Macam-Macam Laras Bahasa
Macam-macam laras bahasa antara lain sebagai berikut :
1.      Laras ilmiah
2.      Laras sastra (puisi, cerpen, novel, dll.)
3.      Laras jurnalistik (berita, editorial, iklan, dll.)
4.      Laras hukum
5.      Laras kedokteran


Laras bahasa dapat digolongkan kepada dua golongan besar, yaitu laras biasa dan laras khusus.
Laras biasa ialah laras khusus yang digunakan untuk masyarakat umum seperti bidang hiburan, pengetahuan, peneranagn, dan maklumat.
Laras khusus merujuk kepada kegunaan untuk khalayak khusus seperti ahli-ahli atau peminat dalam bidang tertentu dan pelajar-pelajar (rencana, laporan, buku).
Pembeda utama yang membedakan antara laras biasa dengan laras khsus ialah: kosa kata, tata bahasa, dan gaya.

1.      Laras Bahasa Biasa,
Laras biasa ialah laras khusus yang digunakan untuk masyarakat umum seeprti bidang hiburan, pengetahuan, peneranagn, dan maklumat. Kalimatnya sederhana, ringkas, dan padat. Contoh : Dilarang menginjak rumput.

2.      Laras Bahasa Khusus
a.       Laras Bahasa Perniagaan
Tujuannya untuk mempengaruhi atau membentuk tanggapan tertentu, atau mengubah sikap dan melakukan tindakan. Digunakan dalam iklan, tender, laporan dan sebagainya , didukung pula oleh gambar, lukisan, grafik, ilustrasi dan sebagainya.
b.      Laras Akademik
Meliputi berbagai bidang seperti sains, teknologi, komunikasi, matematik dan sebagainya yang terletak dalam ruang lingkup pendidikan.Dalam penulisan ilmiah, misalnya penulisan thesis, penulis perlu mengikut format tertentu seperti perlu ada catatan bibiliografi (rujukan), nota kaki di bawah muka surat atau nota hujungan di penghujung setiap bab.Menggunaka istilah-istilah yang khusus kepada bidang, dan biasanya perlu dihafal. Contohnya ialah fotosintesis, pecutan, mengawan, pendebungaan dan sebagainya.
c.       Laras Bahasa Media
Berita sebagai wacana memiliki struktur teks yang tersendiri, lain dari struktur teks fiksi, dan lain pula dari struktur teks esai dan karya ilmiah. Wartawan atau penulis koran menggunakan bahasa untuk menjelaskan sesuatu menurut cara yang paling mudah diterima sesuai dengan selera sejumlah pembaca koran.
Tiga fitur penting yang harus ada dalam berita koran yang baik, pertama, bahasa yang digunakan mudah. kedua, gaya tulisan yang jelas dan ketuiga, isi tulisan harus akurat. Karena koran diterbitkan untuk masyarakat, maka bahasa koran haruslah sesuai dengan bahasa penggunaan orang-orang. Kalimat yang panjang, berisi beberapa klausa, menggunakan kutipan, metafora, kiasan, istilah teknik, dan sebagainya haruslah dihindari.
d.      Laras Bahasa Satra
Memperlihatkan gaya bahasa yang menarik dan kreatif. Bahasanya dapat dalam bentuk naratif, deskriptif, preskriptif, dramatis dan puitis.
Beberapa ciri bahasa sastra:
·         Kreatif dan imajinatif: mengandung arti
·         Mementingkan penyusunan, pengulangan, pemilihan kata
·         Puitis dan hidup: monolog, dialog, dan sebagainya.
·         Menggunakan bahas tersirat: perlambangan, kiasan, perbandingan, peribahasa, metafora, simile, , ilusi, ambpersonifikasiiguitas dan sebagainya.
·         Ada penyimpangan tata bahasa atau manipulasi bahasa.
e.       Laras Bahasa Agama
Berisi istilah agama dari bahasa Arab. Struktur ayatnya banyak dipengaruhi struktur bahasa Arab. Disisipkan dengan kutipan dari al-Quran dan hadis.

https://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa
http://badar92.blogspot.co.id/2012/10/ragam-bahasa.html
http://dimasamiluhur.blogspot.co.id/2012/10/ragam-bahasa.html
http://rohimzoom.blogspot.co.id/2013/12/ragam-dan-laras-bahasa.html

Ragam dan Laras Bahasa

Nama:very sembiring
NIM: 193309010119   
SOAL:
1. Tuliskan kembali pengertian ragam bahasa dan Laras bahasa dengan kalimat anda sendiri dan jelaskan pengertian jenis Laras bahasa
2. Buatlah sebuah ilustrasi atau penjelasan dan contoh mengenai jenis Laras bahasa 
            Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa, menurut pemakainya yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, laras, aksen, gaya atau berbagai variasi sosiolungistik lain termasuk variasi bahasa baku itu sendiri.
            Berdasarkan media pengantarnya ragam bahasa dibagi atas dua macam :
1.      Ragam Lisan
      Bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Menghendaki adanya lawan bicara yang siap mendengar apa yang diucapkan oleh seseorang. Unsur fungsi gramatikal seperti subjek, predikat, objek dan keterangan tidak selalu diucapkan dengan kata dan pada ragam bahasa lisan terikat pada situasi, kondisi, ruang dan waktu. Makna ragam bahasa lisan dipengaruhi oleh tinggi-rendah dan panjang-pendeknya nada suara.
Contoh :
a.       Rombongan tamu Negara sebentar lagi tiba.
b.      Sumur itu digali menggunakan alat modern.
c.       Dia lagi sakit makanya tidak ikut bertanding.
d.      Aku bingung karena pendirian dia suka berubah.
e.       Pamanya pendiam sekali tapi bibinya cerewet sekali.

2.      Ragam Tulis
      Bahasa yang tertulis atau tercetak. Tidak selalu memerlukan “lawan bicara” yang siap membaca apa yang dituliskan oleh seseorang. Unsur fungsi gramatikal harus dinyatakan secara eksplisit agar pembaca dapat memahai maksud penulisnya secara jelas dan pasti dan makna ditentukan terutama oleh pemakaian tanda baca.
Contoh :
a.       Rombongan tamu Negara akan segara tiba.
b.      Sumur itu digali dengan alat-alat modern.
c.       Dia sedang sakit karena itu dia tidak ikut bertanding.
d.      Pediriannya selalu berubah oleh sebab itu aku jadi bingung.
e.       Pamannya pendiam sekali tetapi bibinya cerewet luar biasa.

Keunggulan Dan Kelemahan Berkomunikasi
Lisan Dan Tulis
Cara Berkomunikasi Keunggulan Kelemahan
Secara Lisan
Contoh kegiatan
·         Berbicara
·         Berpidato
·         Berdiskusi
·         Berdebat
1.   Berlangsung cepat
2.   Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu
3.   Kesalahan dapat langsung dikoreksi
4.   Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka
1.   Tidak selalu mempunyai bukti autentik (rekaman)
2.   Dasar hukumnya lemah
3.   Sulit disajikan secara matang / bersih
4.   Mudah dimanipulasi
Secara Tulis
Contoh kegiatan
·         Menulis surat
·         Menulis laporan
·         Menulis artikel
·         Menulis makalah
1.   Mempunyai bukti autentik (berupa tulisan)
2.   Dasar hukumnya kuat
3.   Dapat disajikan lebih matang / bersih
4.   Lebih sulit dimanipulasi
1.   Belangsung lambat
2.   Selalu mamakai alat bantu
3.   Kesalahan tidak langsung dikoreksi
4.   Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka

            Sedangkan berdasarkan situasi pemakainya ragam bahasa dapat dibagi atas tiga macam :
1.      Ragam Formal
2.      Ragam Semi Formal
3.      Ragam Non Formal
            Pemakaian ragam formal, semi formal dan non formal di tengah masyarakat tampak campur aduk. Ragam non formal dipakai jika penutur dan komunikasinya berasal dari etnik yang sama, lebih-lebih dengan sesama teman. Pilihan ragam akan beralih ke ragam semi fomal atau formal jika para penutur dan mitrannya multi etnik, situasinya resmi, status sosial komunikasi tinggi dan topik pembicaraan bersifat serius. Jadi, penetapan pilihan pada situasi, topik pembicaraan serta bentuk hubugan antar pelaku.
            Ragam bahasa yang digunakan dalam situasi resmi adalah ragam formal atau ragam baku, yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan secara ketat. Ragam formal mutlak menuntut pemakaian kata dan kalimat baku, sedangkan ragam non formal tidak mutlak menuntut persyaratan tersebut.

Pemakaian Kata Ganti Dan Sapaan, Imbuhan Dan Partikel Penegas, Serta Pilihan Kata Tertentu Dalam Ragam Formal, Semi Firmal Dan Non Formal

Ragam Kata Ganti & Sapaan Imbuhan & Partikel Penegas Pilihan Kata
Formal Saya – Anda
Saya – Bapak
Saya – Ibu
Saya - Saudara ... sudah menerima ...
... sudah membaca ...
Betulkan
Mengobrol
Minum kopi Beri tahu (kan)
Uang
Sudah
Tidak
Begitu
Seperti itu
Sebentar
Saja
Laki-laki / pria
Perempuan/wanita
Semi Formal Aku – Bung
Aku – Kamu
Aku – Mas / Dik
Aku – Mbak ... sudah terima ...
... sudah baca ...
Betulin / bikin betul
Ngobrol
Ngopi
Lho, kok
Sih, deh Kasih tahu
Duit
Sudah
Tidak
Gitu
Kayak gitu
Sebentar
Saja
Orang laki-laki/anak laki
Orang perempuan/anak perempuan
Non Formal Gue – Bang / Mbak
Gue – Lu (elu)
Gue – Neng
Gue - Situ ... udah terima ...
... udah baca ...
Betulin
Ngobrol
Ngopi
Loh, kok
Sih, deh Bilang (in) / omong (in)
Doku / fulus
Udah
Ngak
Gitu
Kek gitu
Entar / bentar
Aja
Cowok
Cewek


Pemakaian Ragam Non Formal Dan Ragam Formal
Ragam Non Formal Lisan Ragam Formal Lisan
·         Berbicara sehari-hari di rumah
·         Bergunjing
·         Bercerita
·         Mengobrol ·         Berceramah ilmiah
·         Berpidato
·         Berdiskusi formal
·         Berdebat resmi
Ragam Non Formal Tulis Ragam Formal Tulis
·         Menulis surat kepada kerabat
·         Menulis surat kepada teman
·         Menulis surat kepada pacar
·         Menulis catatan harian ·         Menulis surat resmi
·         Menulis makalah, artikel
·         Menulis proposal
·         Menulis laporan formal


B.    Laras Bahasa

Pengertian Laras Bahasa
Laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaianya.dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah,laras populer,laras featue,laras komik,laras sastra, yang masih dapat di bagi atas laras cerpen, laras puisi,laras novel, dan sebagainya.

Macam-Macam Laras Bahasa
Macam-macam laras bahasa antara lain sebagai berikut :
1.      Laras ilmiah
2.      Laras sastra (puisi, cerpen, novel, dll.)
3.      Laras jurnalistik (berita, editorial, iklan, dll.)
4.      Laras hukum
5.      Laras kedokteran


Laras bahasa dapat digolongkan kepada dua golongan besar, yaitu laras biasa dan laras khusus.
Laras biasa ialah laras khusus yang digunakan untuk masyarakat umum seperti bidang hiburan, pengetahuan, peneranagn, dan maklumat.
Laras khusus merujuk kepada kegunaan untuk khalayak khusus seperti ahli-ahli atau peminat dalam bidang tertentu dan pelajar-pelajar (rencana, laporan, buku).
Pembeda utama yang membedakan antara laras biasa dengan laras khsus ialah: kosa kata, tata bahasa, dan gaya.

1.      Laras Bahasa Biasa,
Laras biasa ialah laras khusus yang digunakan untuk masyarakat umum seeprti bidang hiburan, pengetahuan, peneranagn, dan maklumat. Kalimatnya sederhana, ringkas, dan padat. Contoh : Dilarang menginjak rumput.

2.      Laras Bahasa Khusus
a.       Laras Bahasa Perniagaan
Tujuannya untuk mempengaruhi atau membentuk tanggapan tertentu, atau mengubah sikap dan melakukan tindakan. Digunakan dalam iklan, tender, laporan dan sebagainya , didukung pula oleh gambar, lukisan, grafik, ilustrasi dan sebagainya.
b.      Laras Akademik
Meliputi berbagai bidang seperti sains, teknologi, komunikasi, matematik dan sebagainya yang terletak dalam ruang lingkup pendidikan.Dalam penulisan ilmiah, misalnya penulisan thesis, penulis perlu mengikut format tertentu seperti perlu ada catatan bibiliografi (rujukan), nota kaki di bawah muka surat atau nota hujungan di penghujung setiap bab.Menggunaka istilah-istilah yang khusus kepada bidang, dan biasanya perlu dihafal. Contohnya ialah fotosintesis, pecutan, mengawan, pendebungaan dan sebagainya.
c.       Laras Bahasa Media
Berita sebagai wacana memiliki struktur teks yang tersendiri, lain dari struktur teks fiksi, dan lain pula dari struktur teks esai dan karya ilmiah. Wartawan atau penulis koran menggunakan bahasa untuk menjelaskan sesuatu menurut cara yang paling mudah diterima sesuai dengan selera sejumlah pembaca koran.
Tiga fitur penting yang harus ada dalam berita koran yang baik, pertama, bahasa yang digunakan mudah. kedua, gaya tulisan yang jelas dan ketuiga, isi tulisan harus akurat. Karena koran diterbitkan untuk masyarakat, maka bahasa koran haruslah sesuai dengan bahasa penggunaan orang-orang. Kalimat yang panjang, berisi beberapa klausa, menggunakan kutipan, metafora, kiasan, istilah teknik, dan sebagainya haruslah dihindari.
d.      Laras Bahasa Satra
Memperlihatkan gaya bahasa yang menarik dan kreatif. Bahasanya dapat dalam bentuk naratif, deskriptif, preskriptif, dramatis dan puitis.
Beberapa ciri bahasa sastra:
·         Kreatif dan imajinatif: mengandung arti
·         Mementingkan penyusunan, pengulangan, pemilihan kata
·         Puitis dan hidup: monolog, dialog, dan sebagainya.
·         Menggunakan bahas tersirat: perlambangan, kiasan, perbandingan, peribahasa, metafora, simile, , ilusi, ambpersonifikasiiguitas dan sebagainya.
·         Ada penyimpangan tata bahasa atau manipulasi bahasa.
e.       Laras Bahasa Agama
Berisi istilah agama dari bahasa Arab. Struktur ayatnya banyak dipengaruhi struktur bahasa Arab. Disisipkan dengan kutipan dari al-Quran dan hadis.

https://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa
http://badar92.blogspot.co.id/2012/10/ragam-bahasa.html
http://dimasamiluhur.blogspot.co.id/2012/10/ragam-bahasa.html
http://rohimzoom.blogspot.co.id/2013/12/ragam-dan-laras-bahasa.html